Bersama Kitabisa Mulai Pembangunan Relokasi Asrama Santri

Pesantren Hidayatullah Masamba termasuk lokasi yang secara langsung berada tidak jauh dari tepi sungai Radda, Masamba, Luwu Utara, yang beberapa bulan silam dilalui banjir bandang yang menimbulkan kerusakan luar biasa.

“Atas beragam pengamatan, diputuskan bahwa pesantren harus direlokasi, mengingat posisi pesantren yang sebenarnya secara empiris sangat mungkin hanyut jika suatu hari nanti banjir bandang kembali terjadi. Terlebih dampak banjir menjadikan sungai kian dangkal. Oleh karena itu, antisipasi dilakukan sejak dini. Kini perlahan relokasi dimulai dan diawali dengan pembangunan asrama santri,” terang Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Syamsuddin (17/11).

Ketua Pengurus Pesantren Hidayatullah Masamba, Ustadz Ilham Syawal menyampaikan relokasi bisa dilakukan karena ada muhsinin meeakafkan tanahnya berupa sebuah lahan perekebunan yang ada di Kecamatan Mappideceng.

“Alhamdulillah di lahan itu relokasi berlangsung. Sementara para santri tinggal di rumah kayu sederhana yang sementara disulap jadi asrama darurat,” tuturnya.

Kondisi ini menjadikan tidak semua tertampung, sehingga sementara waktu sebagian dipulangkan ke keluarganya. “Sedih sebenarnya, tapi ini bagian dari proses,” imbuh Usyatadz Ilham.

Menyadari realitas tersebut, BMH telah menjalin kerjasama dengan kitabisa dan kini telah diluncurkan program relokasi asrama santri Pesantren Hidayatullah Masamba.

“Progress pembangunan saat ini sudah dilakukan pemasangan pondasi, slop, dan rangka besi. Semoga sinergi ini kian memudahkan umat terlibat, sehingga program strategis ini dapat berjalan dengan baik dan sempurna,” tutup syamsuddin.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *