Bersama Dai Tangguh Kebut Pembangunan Masjid Al-Huda di Perbatasan 

Masyarakat perbatasan, terutama di Kalimantan Utara merupakan masyarakat yang paling sering ditempa nasionalismenya. Sebab, di negara sebelah kemakmuran begitu tampak. Sementara di dalam negeri, semua itu masih menjadi harapan bersama.
Kondisi tersebut, mendorong Laznas BMH hadir di perbatasan, membersamai mereka dan memberikan bantuan terhadap segala program dan harapan masyarakat perbatasan, terutama di bidang dakwah dan pendidikan.
“Insya Allah Ramadhan 1440 H ini, BMH sedang ngebut mempersiapkan masjid baru bagi warga perbatasan, tepatnya di Kampung Makmur, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Sesungguhnya masih banyak yang dibutuhkan, karena baru 60% yang jadi. Tapi kami optimis insya Allah menyambut Ramadhan masjid semoga bisa digunakan,” terang dai tangguh BMH Ustadz Nur Wahid.
Masjid ini dibangun dengan modal semangat tinggi. Sebab sudah jelas di tengah masyarakat yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani program ini jelas bukan hal mudah. Pada saat yang sama jika tidak segera membangun yang baru, masjid yang lama kondisinya sudah sangat menghawatirkan.
“Lantai dan dinding masjid yang lama terbuat dari kayu, sudah rapuh dimakan usia. Atap dari seng yang berkarat tak mampu lagi melindungi jama’ah dari air saat hujan turun. Ya, sudah darurat. Alhamdulillah dengan semangat tinggi, jalan juga program masjid baru sekalipun belum sempurna. Makanya kita kebut pembangunannya,” imbuh Ustadz Nur Wahid.
Bersama Laznas BMH mari turut serta semarakkan ibadah Ramadhan 1440 H di daerah tapal batas Indonesia. Sedekah dan zakat Anda akan berikan kontribusi nyata bagi pemerataan pembangunan manusia Indonesia yang unggul dan religius melalui pusat kegiatan dan pembinaan umat, yakni masjid.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *