Bersama Dai Tangguh Dampingi Ayuk Anak Dayak Bersyahadat di Tana Tidung

Dakwah yang dilakukan oleh dai tangguh BMH di Tanah Air terus mendapat perhatian dari masyarakat. Seperti yang selama ini berangsung di Tana Tidung Kalimantan Utara perlahan dan pasti, muallaf di sana terus bertambah.

“Alhamdulillah, Allah Maha Besar dengan segala kuasa-Nya yang memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki. Karena hidayah adalah murni dari Allah Ta’ala,” ungkap dai tangguh BMH di Tana Tidung, Ustadz Nurwahid (14/9).

Bertempat di Masjid Ar-Riyadh Pesantren Al-Ikhlas Hidayatullah Sebidai Tana Tidung, seorang anak gadis remaja usia 15 tahun berikrar syahadat.
“Alhamdulillah, hari ini kami bersama tim BMH mendampingi salah satu anak gadis asli Dayak untuk mengucapkan dua kalimat syahadat,” imbuh Ustadz Nurwahid.
Dalam kesempatan penuh kebahagiaan itu, Ayuk menyampaikan bahwa memilih Islam telah ada di dalam dirinya dan merupakan pilihan hatinya sendiri.

“Keinginan masuk Islam sudah lama tumbuh dalam diri saya, tanpa ada paksaan dari orang lain. Walau ibu saya tidak rela, karena ibu dan adek saya masih pada keyakinan lama, sedangkan bapak sudah lama pisah dari kami. Dan saya masuk Islam setelah melihat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh kaum muslimin yang ada di Tana Tidung.

Saya menyaksikan bagaimana mereka beribadah dan mengaji di masjid, akhirnya saya tertarik untuk hijrah dan memeluk Islam,” tuturnya yang langsung disambut seruan takbir seluruh jama’ah.

Hingga saat ini, Laznas BMH terus menjalankan program pembinaan mualaf melalui dai tangguh yang tersebar di wilayah Kalimantan Utara. Harapannya dengan hadirnya para dai, pembinaan yang dilakukan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, dengan bertambahnya saudara kita seiman tentu menjadi kebaikan tersendiri untuk kemaslahatan umat terutama bagi para mualaf di Kalimantan Utara. Dan BMH bersama para dai siap menjadi mitra kebaikan dalam ikut serta membangun sumber daya manusia yang unggul dan religius,” tutup Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Perwakilan Kaltara, M. Nor Komara.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *