Berdayakan Dhuafa di Pelosok dengan Ternak Kambing

Matsuri (49 tahun) sosok pria yang tangguh. Dalam kondisi apapun ia terus berupaya dengan kemampuannya untuk dapat menafkahi keluarga.

Tak jarang ia harus rela keluar masuk hutan guna mendapatkan kayu bakar dari dalam hutan lalui dijual ke pengepul kayu di desa tempat tinggalnya di Desa Batu Beaung, Sempaja, Samarinda Utara.

“Beginilah saya, sehari-hari cari kayu di hutan untuk hidup keluarga. Di musim hujan seperti sekarang ini tidak mudah, karena kayu pada basah, licin, dan berat,” tuturnya.

Matsuri melakukan itu semua demi seorang istri dan tiga anaknya. Matsuri sendiri menempati kediaman yang terbuat dari kayu sibitan bekas bengkel tua milik seseorang yang meminta tenaganya menjaga tanah orang yang berbaik hati kepada Matsuri.

Guna membantu penghasilan Matsuri, Laznas BMH Kaltim memberikan dua ekor kambing kepada Matsuri untuk menjadi sarana penghasilan bagi dirinya.

“BMH menyerahkan dua ekor kambing, satu betina dalam keadaan bunting dan satu ekor kambing jantan. Semoga ke depan Bapak Matsuri dapat kian berdaya dengan memelihara kambing ini,” ungkap Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Kalimantan Timur, M. Rofiq (13/4).

Penyerahan kambing itu ditetapkan setelah melakukan survey terhadap kemampuan dan kecintaan Matsuri untuk lebih berdaya. Ternyata sebelum ini Matsuri punya kegemaran dan pengalaman memelihara kambing.

“Namun, kambing milik tetangganya. Sehingga kala tetangganya hendak menjual, Matsuri tak mampu berbuat banyak,” imbuh Rofiq.

Atas bantuan dua ekor kambing ini, Matsuri tampak bahagia.

“Terima kasih, ya, sudah membantu kami. Semoga tiga bulan kedepan kambing ini bisa bertambah dengan lahirnya kandungan indukan yang sekarang ini,” ucapnya dengan air mata bahagia yang membasahi kedua pipinya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *