Berdayakan dan Bantu Ketahanan Pangan Masyarakat Kecil Terdampak Wabah Covid-19

Wabah Covid-19 kian meluas dampaknya, tidak saja pada sisi medis, tetapi juga sosial dan ekonomi. Kini sebagian dari saudara-saudara kita di sekotr informal mulai merasakan dampak langsung dari keadaan yang menuntut kesabaran ini.

Bagi masyarakat terdampak situasi ini ibarat memakan buah simalakama. Tetap di rumah terancam tidak makan. Bekerja di luar rumah tentu semakin berbahaya. Pilihan yang amat sulit bagi mereka yang sehari-hari bekerja sebagai penjual sayur keliling, tukang ojek, tukang sapu jalan dan buruh bangunan.

“Alhamdulillah, Laznas BMH atas kepercayaan umat segera turun tangan merespon kondisi ini, sehingga pada hari ini (8/4) program bantuan ketahanan pangan untuk masyarakat terdampak Covid-19 dapat dilakukan,” terang Kepala BMH Perwakilan Sulawesi Selatan, Kadir.

Paket Kebutuhan Pokok Keluarga ini diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, telur, masker dan kebutuhan sanitasi keluarga yang disambut penuh haru dan bahagia para penerima manfaat.

Daeng Dulla, salah seorang penerima paket merasa sangat bersyukur. Pria berusia 55 tahun yang setiap hari menarik becak di jalan Perintis Kemerdekaan-Makassar ini menuturkan keadaanya.

“Sebelumnya, beberapa hari saya tinggal di rumah dan tidak beraktifitas. Namun karena tuntutan tanggung jawab, dan belum ada tanda-tanda wabah ini segera berakhir, jadi mau tidak mau saya harus kembali bekerja. Meski tentu resikonya adalah nyawa,” tukas ayah 4 anak ini dengan mata berkaca-kaca.

Lebih lanjut Daeng Dulla berkata, “Istri dan anak-anak di rumah pasti akan sangat bahagia dengan adanya paket ini.”

BMH Perwakilan Sulawesi Selatan dalam situasi wabah juga memberdayakan para mustahik dengan melibatkan mereka dalam penyediaan barang-barang yang dibutuhkan dalam penyaluran bantuan paket ketahanan pangan ini.

“Jadi, sekalipun sebagian mereka menjadi penerima manfaat, sebagian yang memiliki skill dan dibina BMH kita libatkan dalam program pemberdayaan berupa penyediaan barang yang dibutuhkan, seperti pembuatan masker, bakul kemasan untuk paket yang didistribusikan hari ini. Semua dihasilkan dari kegiatan pemberdayaan yang melibatkan mustahik di rumah-rumah mereka,” jelas Kadir.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *