Berbagi Bahagia dengan Pengungsi di Lembata

Menjadi pengungsi tentu tidak pernah tergambar dalam benak dan pikiran warga di Lembata, terkhusus yang mesti menyelematkan diri dari amukan erupsi Gunung Api Ile Lewotolok. Tapi, takdir tak satu pun manusia punya kuasa menghadapi.

Langkah yang bisa kita ambil untuk menjawab itu semua adalah hadir dengan memberikan bantuan, sapaan, dan dukungan agar mereka tabah dan sabar dalam menghadapi itu semua.

Satu di antara kegiatan yang dilakukan oleh BMH di pengungsian adalah berbagi kebahagiaan melalui pembagian 200 gelas kolak.

“Program ini kolaborasi BMH bersama Rumah Syamil Arahma. Pada momen tertentu BMH sediakan kolak untuk para pengungsi, harapannya dapat menghangatkan badan dan menjadi alternatif nutrisidi tengah hidup serba terbatas seperti ini,” terang Kepala BMH Perwakilan NTT, Hasbullah belum lama ini.

Setiap kali pembagian kolak, sebanyak 200 gelas tuntas tersalurkan.

“Jumlah itu masih jauh dari cukup. Tapi yang ada ini coba kita maksimalkan, agar ada semacam suasana penghibur bagi pengungsi yang mereka tidak saja siaga menghadapi bencana tetapi juga mesti waspada dengan situasi pandemi ini,” imbuh Hasbullah.

Terlihat warga, terutama anak-anak dan remaja sangat antusias dan bisa tersenyum lebar dengan adanya pembagian kolak ini. “Terimakasih kakak,” ujar mereka dengan polosnya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *