Beasiswa Sekolah hingga Kuliah untuk Anak dari Seko

Sebagian orang mungkin sudah mengenal, namun sangat mungkin sebagian besar lainnya belum tahu apa itu Seko.

Seko, sebuah dataran tinggi dengan ketinggian hingga 1.800 meter di atas permukaan laut ini terletak di segitiga perbatasan wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Barat.

Pernah viral diberitakan bahwa jika ada ojek termahal di Indonesia, maka itulah ojek dari Masamba menuju Seko, biaya yang harus dibayarkan adalah Rp. 1 Juta.

Laznas BMH sudah biasa hadir menyalurkan program di Seko tersebut.

“Kami selalu hadir membersamai warga Seko, terutama pada momentum besar, seperti Hari Raya Idul Qurban atau pada program-program tertentu,” terang Kepala Perwakilan BMH Sulawesi Selatan, Kadir.

Bentuk interaksi yang cukup lama dengan warga Seko adalah hadirnya program beasiswa dari BMH untuk anak-anak dari Seko.

Salah satunya adalah Muh. Ruhil. Ia adalah salah satu santri yang berasal dari satu daerah terpencil di Kabupaten Luwu tepatnya di Seko.

“Alhamdulillah tahun ini Ruhil sudah bisa menyelesaikan pendidikan SMA-nya di salah satu pondok pesantren binaan Baitul Maal Hidayatullah yang berada di Kecamatan Towuti Desa Asuli Kabupaten Luwu Timur,” imbuh Kadir.

Sejak menjadi santri, seluruh biaya kebutuhan Ruhil dan beberapa santri lainnya senantiasa disupport oleh BMH.

“Ruhil dapat belajar dan saat ini telah menamatkan SMA tidak lain karena kedermawanan para sahabat Donatur BMH yang senantiasa rela menyisihkan sebahagian hartanya untuk pendidikan anak-anak yatim dan dhuafa dari desa terpencil,” ungkap Kadir.

Kini Muh. Ruhil siap menjemput masa depannya. Ia dengan kemantapan hati akan berangkat melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan di Arroyah Sukabumi Jawa Barat untuk mendalami ilmu agama dan Bahasa Arab.

“Saya ucapkan Alhamdulillah dan terimakasih kepada seluruh donatur BMH. Karena melalui BMH saya bsa terus mengejar cita-cita saya. Insya Alah saya akan belajar di jenjang S1 di Arroyah Sukabumi Jawa Barat. Jika lulus nanti, insya Allah saya akan mengabdikan diri ini di jalan dakwah, ikut membangun umat terutama di desa saya di Seko,” tutup Ruhil.*/Bas

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *