Bantuan Sembako untuk Dai, Daiyah dan Guru Pesantren yang Dua Pekan di Lockdown

Wabah Covid-19 terbilang masih sangat menakutkan bagi setiap insan dipermukaan bumi ini. Hal ini karena data yang positif Covid-19 dan yang meninggal dunia terus bergerak naik. Akibatnya sampai sekarang banyak warga yang mengalami dampak serius secara ekonomi, tidak terkecuali para dai dan daiyah yang nyaris tidak bisa beraktivitas seperti biasanya, termasuk yang di pesantren.

“Tidak saja masyarakat pada umumnya yang mengalami dampak serius secara ekonomi dari wabah Covid-19. Para dai dan daiyah pun demikian, baik mereka yang aktif dakwah ke pulau-pulau maupun yang sehari-hari mengajar di pesantren. Ini karena pesantren pun diliburkan dan diterapkan karantina lokal, sehingga dalam beberapa hal kebutuhan, terutama sembako menjadi hal yang sangat dirasakan,” terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz (5/4).

Kondisi itu menjadikan BMH terus bergerak meski di akhir pekan. Ahad 5 April 2020 BMH Perwakilan Kepulauan Riau kembali menyapa para dai dan juga guru-guru yang ada dibeberapa Pesantren di kota Batam yang seluruhnya berjumlah 30 orang.

“BMH harus terapkan pembatasan penyaluran, karena tim harus juga prima staminanya, sebab agenda berikutnya sudah siap untuk dilakukan. Jadi dalam setengah hari ini, 30 dai dan daiyah berhasil BMH temui,” imbuh Aziz.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari para dai, daiyah dan guru. Satu di antaranya adalah Syaikh Ramadhan Abdul Mu’ti Al Misry, dai utusan Al Azhar University Mesir yang ditempatkan di Pondok Putri Hidayatullah Tanjung Uncang.

“Luar biasa umat Islam Indonesia ini. Jujur saya sangat terharu dengan program ini, umat Islam Indonesia sungguh adalah orang orang yang dermawan, memiliki rasa kepedulian yang begitu tinggi. Ini adalah contoh ajaran Islam yang sangat mulia yang tertanam baik di Indonesia. Padahal sekarang sedang wabah, orang pikir bagaimana bertahan, tapi sedekah tetap jalan, Alhamdulillah,” ungkapnya disertai senyum bangga.

Hal senada diungkapkan juga oleh dai muda yang aktif berdakwah di pulau-pulau, yakni Ustadz Maulana.

“Terima kasih kami haturkan kepada pengurus BMH dan juga segenap para donaturnya atas bantuan ini. Sudah hampir dua pekan kami tak bisa keluar dari pesantren, pintu gerbang bahkan sudah digembok oleh tim keamanan. Kami sadar bahwa untuk memerangi Covid-19 harus dimulai dari diri setiap individu. Harus ada upaya untuk me-lockdown diri dan keluarga agar penyebaran virus ini segera berakhir,” tuturnya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *