Bantu Susanti Terus Semangat Belajar Raih Cita-cita

Sebagai lembaga umat, Laznas BMH terkadang menjadi tempat mereka yang membutuhkan berbagi cerita dan mengharapkan kebaikan umat. Hal itulah yang juga dilakukan oleh Susanti bersama sang ayah dan kedua adiknya.

Susanti adalah anak pertama dari pasangan Wowo Kuswo dan Mulyanah. Bersama sang ayah dan kedua adiknya ia datang ke kantor BMH Bogor yang beralamat di Jalan Raya Muara Beres Sukahati, Cibinong Bogor Jawa Barat.

Susanti memang lahir dan besar dari keluarga biasa, yang kemudian kondisi keluarga semakin menurun sejak sang ayah yang menjadi tulang punggung keluarga harus sabar menerima kenyataan kecelakaan yang menjadikan tangan kanannya terputus.

Sejak kejadian itu, otomatis sang ibu yang mengambil alih tanggungjawab keluarga dari sisi nafkah. Meski demikian, Mulyanah, ibu dari Susanti tetap tegar, apa saja pekerjaan halal dilakukannya. Mulai dari mencuci, menyeterika, jualan keliling dan lain sebagainya.

Kondisi tersebut, menjadikan Susanti dan adik-adiknya kesulitan untuk bisa sekolah. Namun demikian beragam kemudahan senantiasa Allah hadirkan.

Dan, dalam kesempatan kali ini (Kamis, 17 Januari 2018) Susanti Allah takdirkan berjumpa BMH.

“Saya mengucapkan beribu-ribu terimakasih atas bantuan pendidikan yang BMH berikan untuk saya dan adik-adik saya. Ini memotivasi saya untuk yakin bahwa Allah selalu membantu hamba-Nya yang mau bersyukur dan bersabar. Saya berjanji akan semakin giat belajar,” ucapnya.

Susanti bahkan lebih jauh berharap, saat dirinya lulus dari SMK, BMH dapat memberikan dorongan dan bantuan untuk dirinya bisa kuliah.

“Inginnya saya bisa kuliah, biar ada ilmu dan keterampilan, yang kelak saya dapat membantu bapak saya yang kondisinya seperti ini. Saya juga ingin mengangkat derajat keluarga. Semoga BMH dapat membantu niatan mulia saya ini, bisa terus belajar dan kuliah,” ungkapnya dengan mata yang berkaca-kaca.

Sementara itu, Kepala BMH Gerai Bogor, Muhammad Irwan menjelaskan bahwa kedatangan Susanti bersama ayah dan kedua adiknya adalah sesuatu yang istimewa.

“Kami terus terang tak sampai hati, melihat keteguhan Susanti dan sang ayah, Bapak Wowo yang di tengah keterbatasannya terus berusaha untuk survive. Mereka adalah sosok keluarga yang tepat kita berikan bantuan, karena mereka adalah keluarga istimewa, yang walaupun sang ayah tidak lagi berdaya, anak-anaknya tetap semangat, tunduk dan patuh kepada kedua orangtuanya.

Diceritakan Bapak Wowo, anak-anaknya tak banyak menuntut. Ada uang jalan sekolah, tak ada uang mereka rela jalan kaki, Subhanalloh. Semoga bantuan ini menjadi keberkahan bagi kita semua, terkhusus para donatur BMH,” pungkasnya.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *