Bantu Evakuasi Rumah Warga dan Kirim Bantuan Logistik

Musibah tsunami Selat Sunda yang menghantam sebagian wilayah Banten dan Lampung Selatan telah menjadikan sebagian besar warga menjadi pengungsi.

Kondisi rumah yang berantakan, sebagian akses jalan yang terputus, kini menjadi tantangan relawan untuk bisa mengarahkan bantuan bagi korban.

“Dari bandar Lampung menuju ke Lampung Selatan, tepatnya Jalan Pesisi, Desa Way Muli Kecamatan Rajabasa itu memakan waktu 4 jam, dikabarkan sebagian titik juga terputus karena jembatan yang runtuh, sehingga upaya untuk mengirimkan bantuan bagi korban menemui kendala. Apa itu kami saat ini sedang berkoordinasi agar kiranya bantuan dapat segera diterima oleh para korban,” terang kepala BMH Perwakilan Lampung, Nova Tastaftian.

Hal serupa juga terjadi di wilayah Banten, dimana tim yang hari ini membawa logistik harus menempuh jalan yang lebih panjang karena jalan pintas pesisir menuju pantai ditutup. “Diperkirakan 4 jam Karena jalur yang biasa ditempuh ditutup,” terang Gunawan, relawan BMH Banten.

Untuk saat ini bantuan yang dikirim berupa makanan cepat saji, air mineral, pakaian, dan kebutuhan evakuasi para relawan dalam menjalankan tugas.

Selain pengiriman bantuan logistik, tim  juga membantu evakuasi rumah warga. Guna memudahkan pasokan bantuan, hari ini diupayakan juga dapat ditemukan lokasi untuk posko utama.*/Herim

 

 

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *