Bangun Komunikasi Keluarga Raih Kemuliaan Ramadhan

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Sumatera Utara bersama Yayasan Pondok Pesantren Hidayatullah Medan, menggelar seminar parenting dengan tema “Kokohkan Komunikasi Keluarga Menghadapi Fitnahnya Akhir Zaman.”

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Khair Ponpes Hidayatullah Medan, Sabtu (27/04), menghadirkan pakar parenting Qur’ani, Ustadz H. Zainuddin Musyaddad.

Dalam paparannya, ayah dari putra-putri penghafal Qur’an itu menekankan pentingya karakter orangtua dalam menjalani kehidupan sehari-hari, dimana permasalahan kerap terjadi antara anak dan orangtua, bagaimana seharusnya untuk menyikapinya.

“Karakter orang tua sangat menentukan, karena di sana ada tanggungjawab sepanjang waktu, sehingga orangtua tak merasa sudah ebrtanggungjawab dalam mendidik anak, hanya karena telah menitipkan anak kita pada lembaga pendidikan,” tegasnya.

“Namun kita juga wajib miliki  keterampilan mendidik anak sehingga mampu menggapai cita-citanya. Dan, itu dimulai dari rumah dimana anak hidup bersama kedua orang tuanya,” imbuhnya.

Lantas bagaimana peran guru di sekolah? “Peran guru di sekolah adalah menggantikan peran orangtua. Agar mata rantai pendidikan tidak terputus tetapi terus bersambut dari lingkungan keluarga sampai ke sekolah,” jelasnya lebih lanjut.

Selanjutnya adalah bagaimana orang tua mampu memberikan apresiasi alias penghargaan kepada setiap kebaikan anak-anak.

“Apresiasi, penghargaan, jangan terlalu pelit kita sampaikan untuk anak-anak kita. Karena setiap penghargaan kepada pasangan maupun anak bukan melulu soal materi. Kemampuan mendengar adalah penghargaan luar biasa bagi pasangan dan anak-anak kita serta merupakan ujian fitnahnya akhir zaman,” ulasnya.

Kepala BMH Perwakilan Sumatera Utara, Lukman bin Thalib menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari layanan BMH kepada kaum Muslimin bagaimana menjadikan Ramadhan indah dan sukses dan bermanfaat bagi sesama.

“Kita harapkan seminar ini mengokohkan niat kaum Muslimin untuk mengisi Ramadhan dengan upaya terbaik, terutama dalam mendidik anak, keharmonisan keluarga, sehingga perintah peduli dan berbagi menjadi satu kesatuan yang ringan untuk dilakukan. Sebab, penghambat keluarga Muslim maksimal di bulan Ramadhan karena memang belum ada komunikasi yang mendorong kesamaan niat dan visi menjalani Ramadhan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya.*/Irfan

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *