Bangun Dapur Umum untuk Santri Pesantren Hidayatullah Tanjung Balai Karimun

Khidmat BMH untuk mendukung gerakan mencerdaskan generasi bangsa melalui program pendidikan terus digalakkan, di antaranya dengan membangun fasilitas penting guna berjalannya proses belajar dan mengajar santri di pesantren secara umum, yakni dapur umum.

“Alhamdulillah atas izin Allah SWT dan juga dukungan dari para donatur BMH telah menggulirkan program pembangunan dapur umum. Hal ini ditandai dengan telah diselenggarakannya acara peletakan batu pertama pembangunan dapur umum untuk santri putri Hidayatullah di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau,” terang Kepala BMH Perwakilan Kepulauan Riau, Abdul Aziz.

Dapur umum ini sangat mendesak karena kondisi dapur yang sebelumnya telah usang dan mengkhawatirkan. Program ini tentu saja mengundang rasa syukur dan terimakasih pengurus pesantren.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas kunjungan dan dukungan dari BMH dan para donatur untuk melengkapi sarana dan prasarana di pondok ini. Kondisi dapurnya memang sangat menyedihkan pak namun apa boleh dikata kami belum memiliki kesanggupan untuk membuat yang lebih baik. Alhamdulillah Wabarakallah BMH siap membantu, tentu sekali lagi kami sangat sangat berterima kasih,” ujar Pimpinan Pesantren, Ustdaz Saefuddin.

Menurut Aziz keberadaan dapur umum ini sangat mendesak karena tiap tahun jumlah santri meningkat, sementara fasilitas pendukung belum memadai.

“Jadi, antusiasme masyarakat untuk memasukkan anaknya di pondok ini sangat tinggi. Pertumbuhan jumlah santri tidak berimbang dengan ketersediaan sarana seperti asrama, ruang belajar dan tentunya dapur, yang masih sekedarnya, kendala kendala ini terus kita retas satu persatu bagaimana agar para santri yang menuntut ilmu di tempat ini merasakan kenyamanan, apatah lagi mereka mayoritas anak-anak yatim-piatu dan dhuafa. Sangat mulia jika kita iku memikirkan keadaan ini dan berkontribusi nyata,” urainya.

Dalam prosesnya ke depan pembangunan dapur umum santri seluas 10X12M² ini akan memakan waktu dua hingga tiga bulan dengan total anggaran Rp. 150 juta. .

“Semoga program ini berjalan dengan baik, agar santri merasakan kenyamanan dan kebahagiaan menuntut ilmu di pesantren ini, terlebih kelak mereka akan menjadi pelanjut perjuangan dakwah dalam upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutur Ustadz Saefuddin.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *