Bahagiakan Anak Yatim Se-Jawa Tengah, BMH Gelar Sahabat Peduli

Merasakan kegembiraan hidup bagi anak-anak yatim adalah hal yang begitu istimewa. Secara pribadi bagi mereka bisa bergembira adalah impian besar. Namun, seiring dengan kepedulian kita bersama, serta sinergi bersama BMH melalui Sahabat Peduli, impian besar itu benar-benar menjadi nyata bagi anak-anak yatim di Jawa Tengah.

“Alhamdulillah, BMH bisa menyapa ratusan anak-anak yatim dari 16 Kabupaten se-Jawa Tengah berkumpul untuk berlibur dan menerima bantuan paket pendidikan dan uang saku dari para donatur BMH,” terang Kepala BMH Perwakilan Jawa Tengah, Misdawi Syarif (1/3).

Program ini benar-benar membahagiakan para peserta, termasuk juga panitia.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Sahabat Peduli, Ustadz Widodo, MSi mengucapkan banyak terimakasih.

“Alhamdulillah, acara hari ini sesuai jadwal dapat kita laksanakan, ucapan terimakasih kepada seluruh koordinator daerah yang sudah bersusah payah mendata dan mengantar anak-anak yatim sampai di Semarang ini untuk silaturahim. Selaku panitia sangat terbantu dalam usaha merawat jalinan silaturahim, khususnya kepada anak yatim dan ibunya yang harus berperan selaku kepala keluarga juga mendidik dan membesarkan anak-anak mereka. Secara pribadi saya mendoakan para ibu yang menjadi tulang punggung dalam keluarga terus sehat dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Semoga kedepan, masa depan anak-anak yatim ini terus cemerlang,” urainya.

Kegiatan Sahabat Peduli semakin terasa spesial berkat diadakannya sesi dongeng yang dibawakan oleh Kak Kempho asal Kota Semarang.

Kak Kempho membawakan kisah Uwais Al-Qarni yang taat kepada ibundanya.

“Setiap permintaan sang Ibu selalu ia turuti, walau Uwais dan ibunya hidup dalam kekurangan. Hingga suatu ketika sang Ibu ingin pergi naik haji. Padahal untuk pergi haji ke Mekah butuh bekal dan tunggangan unta. Karena jarak dari Yaman tempat tinggalnya ke Mekah sangat jauh. Tetapi Uwais menyanggupi permintaan sang Ibu,” tutur Kak Kempho.

“Ia lalu memelihara kambing yang dikandangkan di atas bukit dan harus ia gendong naik turun bukit saat menggembala, itulah latihan Uwais untuk menyiapkan punggungnya yang kelak akan dibuat menggendong ibunya berangkat haji dari Yaman ke Mekkah. Ternyata, Uwais berhasil mengantar ibunya ke Mekah dengan cara menggendongnya untuk menunaikan ibadah haji,” sambungnya melanjutkan.

Program Sahabat Peduli merupakan salah satu program berbagi peduli kepada anak-anak yatim dan para janda tangguh.

“Program ini diinisiasi BMH sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak yatim dan ibunya untuk terus mendidik anak-anaknya hingga mandiri,” jelas Kadiv Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Tengah, Yusran Yauma.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *