Bagikan Sembako Untuk Mualaf di 3 Desa Tapal Batas

Dampak dari pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun ini, mengakibatkan perekonomian warga terganggu, tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan, tetapi juga masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan alias tapal batas, seperti yang terjadi di Sebatik Kaltara.

Hal ini didapat dari keluhan warga yang tinggal di wilayah perbatasan Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan.

Da’i Tangguh BMH Kaltara yang bertugas di sana, Ustadz Amin Asgor mengatakan, dirinya kerap mendapat curhat dari warga terkait kondisi pandemi saat sedang berdakwah.

“Sejak pandemi semua harga barang di sini naik, karena distribusinya yang sulit. Seperti sembako, yang ada di sini kebanyakan didatangkan dari Malaysia. Apalagi dengan adanya pembatasan-pembatasan, ini turut berpengaruh pada melonjaknya harga bahan kebutuhan pokok,” ujarnya.

Merespon hal tersebut BMH Kaltara terus bergerak memberikan bantuan pemenuhan kebutuhan sembako kepada masyarakat prasejahtera yang ada di Kaltara salah satunya di pulau Sebatik.

Kepala Divisi Program BMH Kaltara, M. Nor Komara, menjelaskan dalam penyaluran bantuan paket sembako tersebut, pihaknya juga menyasar para mualaf binaan da’i tangguh BMH di pedalaman dan Perbatasan.

“Alhamdulillah BMH menyalurkan paket sembako, yang penyalurannya dilakukan secara bertahap langsung dari rumah ke rumah,” kata Komara (15/11).

“Kami telah mendistribusikan paket sembako ke warga mualaf di 3 Desa Sebatik yaitu Desa Aji Kuning, Desa Pancang dan Desa Limau, mereka adalah binaan dari dai BMH. Kami berharap, amanah para donatur ini bisa dapat membantu warga binaan di sana dan dapat sedikit meringankan saudara-saudara kami para muallaf,” rincinya.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *