Anwar Sururi Teguh Mendidik Anak-Anak Pelosok Bengkulu

Anwar Sururi adalah sosok yang luar biasa. Dalam pertarungan hidup yang telah dihegemoni globalisasi ia memilih mendedikasikan diri mencerdaskan umat di sebuah desa pelosok yang ada di Bengkulu.

“Sejak 2015 saya sudah di Air Rami, Muko-Muko. Saya sangat senang, karena sekolah ini adalah satu-satunya sekolah Islam di sini, yakni di Jalan Poros Desa Arga Jaya, Kecamatan Air Rami, Kabupaten Muko-Muko, Bengkulu,” tuturnya saat tim BMH mengunjunginya (5/10).

Sekalipun kondisi lingkungan memberikan tantangan tersendiri, yakni berupa kekeringan di musim kemarau, hal itu tak menyurutkan langkah Anwar untuk terus memberikan yang terbaik bagi umat.

“Ya, kalau pas kemarau seperti ini, kering. Air untuk wudhu saja kurang. Kalau hujan air agak keruh, kalau kemarau air tidak ada alias habis. Semoga BMH ini bisa bantu pengadaan sumur bor di sini, ya,” ucapnya.

Namun, sisi yang sagnat membesarkan jiwanya adalah antusias warga menyekolahkan anaknya di lembaga yang dibinanya, SD Integral Hidayatullah II Air Rami.

“Sekolah ini sepertinya menjadi tumpuan banyak orang tua. Sejak 2015 antusias orang menyekolahkan putra-putrinya cukup bagus, bahkan ada yang masih usia 5 tahun sudah didaftarkan, karena tidak mau kehabisan kuota,” ujar Anwar.

Saat ini di Yayasan Hidayatullah II Air Rami ini telah berdiri SD Integral Hidayatullah, PAUD Yaa Bunayya dengan total murid 216 orang dan guru serta staff sebanyak 35 orang.

Tantangan demi tantangan di dalam mengabdi kepada umat melalui pendidikan adalah hal yang tak bisa dihindarkan. Anwar akan terus berjuang dan bersabar.

“Doanya untuk kami di sini. Semoga sekolah yang kami perjuangkan ini memberi arti bagi masyarakat. Dan, kami semua diberikan keistiqomahan di dalam menjalani ini semua,” harapnya.

Laznas BMH Bengkulu berencana segera merealisasikan program sumur bor untuk sekolah yang bisa ditempuh dengan lama perjalanan selama 5 jam dari Kota Bengkulu ini.

“Kita upayakan untuk bisa membuat sumur bor di sini, sehingga aktivitas belajar para santri bisa berjalan dengan baik, termasuk segenap kebutuhan yang membutuhkan air, dari belajar, ibadah, hingga kebersihan,” tutup Sofyan Amarta, Kepaal BMH Perwakilan Bengkulu.*/Herim

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *