2019 Umrohkan Tiga Dai Tangguh

Berkiprah di dunia dakwah tentu saja sangat membutuhkan yang namanya spirit Ilahiyah untuk terus dapat menapaki lika-liku dunia dakwah.

Oleh karena itu, Laznas BMH tidak saja mendorong dai tangguh kian luas dalam berkiprah tetapi juga kian mantap dalam menekuni dunia dakwah, di antaranya melalui program umroh dai tangguh.

“Program ini merupakan apresiasi sekaligus dorongan kepada para dai tangguh di dalam kiprahnya menekuni dakwah di pedalaman Indonesia agar lebih sabar, teguh, dan tentu saja tangguh,” terang Direktur Program BMH Pusat, Frman ZA (21/9).

Bagi para dai tangguh keberangkatan menuju tanah suci untuk umroh ini bukanlah hal yang biasa-biasa saja. Bagi mereka ini adalah sebuah pengalaman spiritual bernilai tinggi.

Seperti dirasakan dan disampaikan oleh Ustadz Hasanuddin, Dai Tangguh asal Sekadau Kalimantan Barat.

“Tidak pernah terbayang oleh saya, bisa berangkat ke tanah suci menunaikan ibadah umroh meski keingginan itu sangatlah kuat. Bagi saya kala itu, bagaimana caranya bisa umroh. Alhamdulillah Allah mudahkan itu semua bagi saya di usia ke 63 melalui program BMH ini,” ucapnya dengan tangan merogoh saku celana mencari sapu tangan guna menyeka kedua pipinya yang dibanjiri air mata.

Demikian pula yang dirasakan oleh dua dai tangguh lainnya, yakni dai tangguh dari Biak Papua, Ustadz Jamaluddin dan Ustadz Umar Tauhid dai tangguh yang bertugas di Tulungagung Jawa Timur.

“Kami ini tahunya tugas dakwah saja, selama ini tidak pernah bermimpi bisa ke tanah suci untuk umroh. Tapi semua sudah di depan mata. Semoga BMH bersama seluruh donatur dan muzakkinya mendapatkan keberkahan dari sisi Allah dunia dan akhirat,” tutur Ustadz Umar Tauhid.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *