Senyum Keluarga yang Tinggal di Gubuk Terima Bantuan Sembako

Sudarso Me Lalo namanya, pria berumur 52 tahun itu sehari-hari bekerja sebagai petani. Hampir dua bulan lamanya ia sakit. Tentu saja tidak ada yang menggantikan tugasnya sebagai tulang punggung keluarga.

Sang istri, Nurliyah tidak dapat berbuat banyak. Ia harus merawat lima anaknya yang masih harus diurus.

“Anak kami enam. Satu sudah berkeluarga,” ungkap warga yang tinggal di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Luwu TImur itu.

Suami istri ini adalah pasangan muallaf dan di Luwu Timur mengadu nasib.

“Aslinya dari Morowali dan merantau ke Luwu Timur. Namun nasib, ia tinggal di atas tanah yang belum jelas statusnya, sehingga tidak pernah tenang dalam hidup, keluarga itu disuruh mencari tempat tinggal lain,” terang Koordinator BMH Gerai Luwu TImur, Sulsel, M. Rizki.

Pada awalnya, BMH Gerai Luwu Timur mendatangi Pak Sudarso di Rumah Sakit dan mendengar penuturan beliau perihal istri dan anak-anaknya, segera tim BMH menyapa keluarganya pada Senin, 11 Mei 2020.

“Subhanallah, kondisinya sangat memprihatinkan, keluarga Muallaf ini benar-benar membutuhkan pertolongan. BMH pun datang dengan membawa bantuan sembako untuk keluarga yang tinggal di sebuah rumah namun tepatnya berupa gubuk,” tutur Rizki.

Pihak keluarga pun sangat terharu, BMH datang dengan bantuan yang sangat mereka butuhkan.

“Terimakasih kepada BMH, kami sangat beruntung Allah datangkan bantuan ini melalui BMH, semoga berkah bagi BMH dan para donaturnya,” tutup sang Istri, Nuriyah dengan air mata yang meleleh.*/Herim

Bagikan artikel

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *