1.000 Sarung dan Mukena untuk Masyarakat Lombok

Sebagai Lembaga Amil Zakat Nasional dengan core program dakwah dan pendidikan, Ramadhan adalah momentum tepat untuk mengedukasi dan mengajak masyarakat semakin giat dalam beribadah.

Khusus di Pulau 1.000 masjid, BMH menggelar program berbagi kebaikan berupa penyaluran 1.000 sarung dan mukena untuk masyarakat Lombok Nusa Tenggara Barat.

“Antusiasme masyarakat dalam menunaikan perintah Allah berupa zakat, infak dan sedekah, mendorong Laznas BMH untuk semakin giat dalam edukasi dan dakwah ke masyarakat. Pada Ramadhan 1439 H, BMH Perwakilan Nusa Tenggara Barat telah tuntas menyalurkan program berbagi kebaikan berupa penyaluran 1000 sarung dan mukena,” terang Kepala BMH Perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB) Abdul Kholiq, salam siaran persnya, Senin, (11/6).

Penyaluran 1.000 sarung dan mukena tersebut berlangsung di seluruh kabupaten di Pulau Lombok yang terdiri dari Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Lombok Utara.

“Dalam program ini, total ada 200 masjid dan musholla yang menerima manfaat program ini. Semua berlangsung sejak 4 Juni 2018 dan berakhir hari ini, 11 Juni 2018,” tegas Abdul Kholiq.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa program ini dilatari oleh realitas yang ada di tempat-tempat ibadah, dimana perlengkapan ibadah yang ada memang sudah waktunya diperbarui.

“BMH NTB melihat banyak sarung dan mukena yang sudah lusuh yang ada di masjid dan musholla. Kami akhirnya tergerak menggalang donasi dari masyarakat. Sempat terpikirkan program laundry khusus mushalla dan masjid namun sadar hal ini membutuhkan relawan yang memadai dan cukup memakan waktu untuk realisasinya, program ini kami pandang sebagai solusi untuk sementara ini,” urainya.

Program ini juga mendapat respon positif dari masyarakat dan tokoh masyarakat, seperti TGH. Abdul Latif, S.Ag yang merupakan Ketua DPD Dewan Masjid Indonesia di Lombok Timur.

“Saya mengapresiasi program berbagi kebaikan 1.000 Sarung dan Mukena yang digerakkan oleh Laznas BMH bekerja sama dengan Astra Motor, JNE, KUBUS DIGITAL dan digiprint+. Program ini tidak hanya dilihat pada sisi materinya tapi pada nilai silaturrahim yang diemban dari program ini. Terutama, kepedulian para pihak dalam aksi ini patut disyukuri, dengan terjun langsung ke masjid-masjid setidaknya membuat tahu tentang kondisi masjid dan umat secara langsung,” ucapnya.

Kemudian ia berharap agar apa yang dilakukan oleh Laznas BMH ini dapat mendorong semua pihak tergerak bagaimana memakmurkan masjid.

“BMH diharapkan dapat menjadi pionir bagi kita semua untuk ditiru oleh masyarakat luas dan dapat meningkatkan ghiroh dalam memakmurkan masjid,” imbuhnya.*/Republika.co.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *